ovoslot

Tales of Herding Gods Season 2 — Donghua Epik yang Meneruskan Kisah Dewa dan Takdir

Pendahuluan

Dunia animasi Tiongkok atau donghua terus menunjukkan perkembangan pesat, baik dari segi kualitas visual, kedalaman cerita, maupun penerimaan global. Salah satu karya yang paling dinanti tahun 2025 adalah Tales of Herding Gods Season 2 — lanjutan dari seri fantasi epik yang berhasil memikat banyak penggemar dengan dunia mitologi yang luas, karakter kompleks, serta filosofi mendalam tentang kekuasaan, dewa, dan nasib manusia.

Musim pertama telah menetapkan standar tinggi dengan dunia yang penuh misteri dan konflik antara makhluk fana, dewa, serta kekuatan kuno. Kini, musim kedua siap melanjutkan kisah tersebut dengan cakupan cerita yang lebih luas dan visual yang semakin memukau.


Asal-Usul dan Adaptasi

Tales of Herding Gods (牧神记, Mu Shen Ji) merupakan adaptasi dari novel terkenal karya 宅猪 (Zhai Zhu). Novel ini dikenal dengan alur yang kompleks, berlapis, dan penuh alegori tentang hubungan manusia dan dewa.

Adaptasi animasinya pertama kali tayang pada tahun 2022 dan segera mendapat sambutan positif karena menghadirkan dunia fantasi oriental yang orisinal — perpaduan antara mitologi, kultivasi, serta tema sosial dan filosofis.

Musim kedua diumumkan secara resmi pada akhir 2024 dan dijadwalkan tayang mulai pertengahan tahun 2025. Produksi donghua ini kembali ditangani oleh ASK Animation Studio, studio yang juga dikenal berkat kualitas tinggi dalam penggarapan efek visual, detail latar dunia, dan koreografi pertarungan.


Sinopsis Cerita Season 2

Setelah peristiwa besar di akhir musim pertama, Qin Mu, sang protagonis, kini memasuki babak baru dalam perjalanannya sebagai “Penggembala Dewa” — seorang manusia yang berani menantang sistem ketuhanan yang mapan.

Musim kedua akan menyoroti:

  • Kebangkitan kekuatan kuno yang telah lama tersegel di bawah dunia fana.
  • Konflik antara Sekte Surgawi dan Dunia Fana, di mana batas antara dewa dan manusia semakin kabur.
  • Pencarian identitas sejati Qin Mu, yang ternyata menyimpan rahasia besar terkait asal-usul para dewa itu sendiri.

Selain itu, beberapa karakter penting dari novel yang belum muncul di musim pertama dipastikan akan debut di musim kedua. Ini termasuk:

  • Ling Yuxiu, murid genius dari Akademi Surgawi yang memiliki ikatan emosional rumit dengan Qin Mu.
  • Heavenly Emperor Hao Tian, sosok antagonis utama dengan ambisi untuk menguasai seluruh alam semesta.
  • Yankang Emperor, tokoh misterius yang berperan penting dalam menyeimbangkan kekuatan antara dunia fana dan surgawi.

Tema dan Pesan yang Diangkat

Di balik kisah fantasi dan pertarungan megah, Tales of Herding Gods memuat filosofi yang dalam. Beberapa tema utama yang diangkat pada musim kedua antara lain:

  1. Kekuatan dan Keberanian untuk Melawan Takdir
    Qin Mu digambarkan sebagai simbol manusia yang tidak tunduk pada sistem ilahi. Ia menolak untuk hidup di bawah penindasan para dewa, dan berjuang menciptakan dunia di mana manusia bisa berdiri sejajar dengan entitas ilahi.
  2. Pertentangan antara Iman dan Rasionalitas
    Dunia Mu Shen Ji sarat dengan simbolisme agama dan spiritualitas. Musim kedua menyoroti bagaimana kepercayaan bisa menjadi alat kekuasaan — dan bagaimana manusia harus berani mempertanyakan “kebenaran” yang diwariskan dari generasi ke generasi.
  3. Pertumbuhan Diri dan Pemahaman akan Kelemahan
    Tidak seperti tokoh utama donghua lain yang cepat menjadi kuat, Qin Mu mengalami banyak kegagalan dan luka batin. Musim kedua memperlihatkan perkembangan karakternya yang lebih matang dan realistis.

Kualitas Animasi dan Desain Visual

Salah satu daya tarik terbesar Tales of Herding Gods Season 2 adalah peningkatan visual yang signifikan. Berdasarkan trailer dan bocoran awal dari pihak studio, beberapa peningkatan teknis mencakup:

  • Detail dunia yang lebih luas dan realistis, menggambarkan kota surgawi, lembah kultivasi, serta medan perang antar dewa dengan gaya lukisan khas Tiongkok kuno.
  • Animasi pertarungan lebih dinamis, menggunakan kombinasi CGI dan teknik 2.5D untuk efek sihir, pedang, dan transformasi energi ilahi.
  • Desain karakter baru yang memukau, dengan busana bergaya klasik namun tetap modern, menunjukkan evolusi waktu di dunia Qin Mu.

Musik latar (soundtrack) juga menjadi sorotan. Komposer Tan Xuan kembali dipercaya menciptakan aransemen orkestra bercampur instrumen tradisional seperti guzheng dan erhu, yang semakin memperkuat atmosfer epik dan emosional dari setiap adegan.


Penerimaan dan Harapan Penggemar

Sejak pengumuman musim kedua, para penggemar di platform seperti Bilibili, Weibo, dan Twitter (X) menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak yang memuji trailer awal karena menunjukkan peningkatan drastis dari musim sebelumnya.

Beberapa kritik terhadap musim pertama — seperti pacing yang terlalu cepat dan adaptasi yang melewati bagian penting dari novel — diharapkan akan diperbaiki pada musim kedua. Pihak studio juga telah mengonfirmasi bahwa Season 2 akan memiliki 52 episode, yang memungkinkan adaptasi lebih setia terhadap alur novel aslinya.


Kesimpulan

Tales of Herding Gods Season 2 menjadi salah satu proyek donghua paling ambisius tahun 2025. Dengan cerita yang kaya makna, karakter yang berkembang secara emosional, serta animasi yang semakin menakjubkan, seri ini berpotensi memperkuat posisi donghua di panggung internasional.

Kisah tentang manusia yang berani menantang para dewa bukan sekadar fantasi — melainkan refleksi atas perjuangan manusia melawan batasan yang diciptakannya sendiri. Melalui perjalanan Qin Mu, kita diajak untuk memahami bahwa kekuatan sejati bukanlah menjadi dewa, melainkan tetap manusia yang berani mencari kebenaran di tengah kegelapan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *